Wednesday, March 14, 2012

Rumah

Gambut
14 Maret 2012
Daftar KPR



















http://faneltsajayamandiri.blogspot.com/2009/04/sample-rumah-sederhana-tipe-36.html

Thursday, November 17, 2011

Pengobat Kekecewaan Belum Keterima CPNS

Dipenghujung tahun ini pemerintah memberikan sebuah hadiah bagi para pencari kerja, yakni dibukanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai instansi pemerintah baik yang ada di pusat maupun didaerah. Tak terkecuali di Banjarmasin lebih khusus kabupaten Banjar daerah tempat saya tinggal.
Untuk meminimalisir terjadinya kecurangan dalam penerimaan CPNS, maka pendaftaran dilakukan lewat kantor pos. Tak heran setiap hari kantor pos diserbu puluhan bahkan ratusan orang pelamar dari berbagai bidang ilmu termasuk mereka yang melamar menggunakan ijazah kilat. Anda tahu apa yang saya maksud dengan ijazah kilat? Kalau ada yang belum tahu apa itu ijazah kilat nanti kita bna artikel dinga lain bia tulisan ini idak telalu panjang,, boleh bagitu? Kincai MODE ON..
Apa memang lapangan pekerjaan sudah sulit ditemukan lagi sehingga ribuan orang selalu berkeinginan untuk menjadi PNS? Kenapa juga ada orang yang sudah mempunyai pekerjaan ingin sekali menjadi CPNS selanjutnya menjadi PNS? Berikut ini beberapa jawaban yang beredar di tengah masyarakat sekaligus saya mencoba memberikan jawaban yang sebenarnya berdasarkan apa yang saya rasakan.
1.Gengsi.
Banyak orang menganggap mengenakan seragam PNS masih dianggap lebih baik dari pada mengenakan pakaian kemeja berdasi (didaerah saya ini merupakan fakta yang terjadi, didaerah anda?).
2.Penghasilan besar.
Banyak orang beranggapan bahwa dengan menjadi PNS maka mereka bisa memperoleh penghasilan yang besar. Suatu kekeliruan yang sudah lama tertanam di benak masyarakat. Yang sebenarnya PNS itu gajinya kecil (pas-pasan). Tak heran setiap tahun pemerintah menaikkan gaji PNS.
3.Waktu kerja yang singkat.
Saya harus akui memang banyak PNS yang menyalah gunakan waktu kerja mereka. Padahal sebenarnya PNS itu setiap hari mempunyai waktu kerja 8 jam (termasuk apel pagi dan apel sore) dan waktu istirahat selama satu jam. Berarti anda harus berada di kantor selama sembilan jam. Itu belum termasuk dengan waktu anda untuk lembur jika ada pekerjaan yang mendesak untuk segera diselesaikan.
4.Jenjang Karir.
Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi PNS sehingga kelak bisa menjadi seorang pejabat negara. Fakta yang sebenarnya bahwa jenjang karir seorang birokrat itu sulitnya minta ampun. Kenapa saya mengatakan sangat sulit untuk menjadi seorang pejabat negara? Karena untuk kenaikan pangkat hanya bisa dilakukan empat tahun sekali. Ini berarti untuk menjadi seorang pimpinan instansi, maka anda harus melewati masa kerja selama hampir 20 tahun (itu pun jika anda diangkat menjadi PNS dari golongan IIIa/sarjana). Jika anda hanya lulusan SMA sederajat maka jangan berharap anda bisa menjadi seorang pimpinan instansi. Bandingkan jika anda bekerja di perusahaan swasta, walaupun hanya lulusan SMA anda bisa menjadi seorang pimpinan.
5.Jaminan hari tua. Ini merupakan alasan terbanyak yang saya dengar hingga ribuan orang rela berkompetisi untuk bisa diterima menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Padahal yang sebenarnya uang pensiun yang akan diterima tidaklah besar. Bandingkan dengan pesangon yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan besar apabila anda telah bekerja selama puluhan tahun.
Bro tertarik menjadi pegawai negeri sipil? Jika jawabannya YA, berarti bro harus memperhaikan kelima poin saya saya sebutkan diatas. Menjadi PNS pekerjaannya banyak, waktu kerjanya panjang, penghasilannya kecil, jenjang karir yang panjang.


Bagi saya apapun pekerjaan yang kita tekuni sekarang, maka kerjakanlah itu dengan sebaik-baiknya. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengikuti tes CPNS, apalagi jika anda sudah mempunyai pekerjaan tetap.

http://notnegativethink.blogspot.com

Tuesday, November 15, 2011

Jangan Hitung-hitungan

Jangan Hitung-Hitungan - Go Extra Mile Workers
Banyak sekali para pemula di dunia kerja yang memiliki paradigma yang salah tentang "seberapa jauh saya harus berkorban?" atau "seberapa banyak yang harus saya berikan pada perusahaan?"

Banyak para profesional dan karyawan yang berpikir,
"Apa yang saya berikan tergantung apa yang saya peroleh"
"Saya akan bekerja tergantung bayaran yang saya terima"
"Kalau atasan dan perusahaan baik terhadap saya, maka saya akan bekerja lebih baik lagi"
Bila kita berpikir seperti ini, maka kita memakai prinsip "Tuai dulu baru menabur". Bila kita perhatikan dengan cermat, seluruh aspek dalam kehidupan ini berlaku "tabur terlebih dahulu, baru menuai". Investasi terlebih dahulu, baru nikmati hasilnya.

Prinsip "tuai dulu baru menabur" tidak akan pernah berhasil membuat seseorang sukses didalam hidupnya (jadi bukan hanya karirnya).

Prinsip yang harus dipakai hendaknya adalah "go extra mile". Beberapa tips mempraktekkan prinsip ini :

1. Bila atasan Anda menyebalkan dan Anda tidak suka dengan sikapnya --> jangan fokus pada perilaku negatifnya. Tetap fokus pada prestasi kerja Anda. Bila Anda berprestasi maka, Anda sebetulnya sudah "menabung keterampilan-keterampilan" yang baru ( akhirnya Anda juga yang diuntungkan )

2. Bila Anda merasa gaji atau kompensasi perusahaan tidak sesuai dengan harapan Anda --> tunjukan terlebih dahulu bahwa Anda punya kualitas "super", Anda mampu berprestasi dengan mampu menyelesaikan tugas-tugas sesuai permintaan perusahaan. Perlu Anda ingat, bekerja sama dengan menjual jasa , tunjukkan terlebih dahulu kualitas Anda, kemudian "pembeli" ( dalam hal ini perusahaan ) akan menilai prestasi Anda dengan sepantasnya

3. Attitude is everything. Bila Anda diminta satu hari telepon 30 pelanggan, berikan lebih pada perusahaan. Lakukan tidak hanya 30 telepon tetapi 40 telepon ( melakukan lebih dari apa yang diminta ). Tunjukan bahwa Anda mampu mengerjakan sesuatu di luar ekspektasi atasan. Sikap seperti ini, akan dihargai oleh atasan dan perusahaan Anda. Semakin keras Anda "menginvestasi" semakin besar kaulitas prestasi yang akan Anda "tuai" nantinya

4. Bila atasan tidak pernah mendukung atau back up Anda didalam bekerja --> Jangan balas dia dengan sikap bermalas-malasan atau asal-asalan dalam penugasan. Anda akan rugi sendiri! Selain buang-buang waktu, Anda akan kehilangan kesempatan emas untuk mengasah terus kualitas keterampilan Anda. Anda akan kehilangan segala kepercayaan yang perusahaan telah berikan. Siapa yang pada akhirnya dirugikan? Sudah pasti diri Anda!

Kesimpulannya, investasi terlebih dahulu sebanyak-banyaknya prestasi dan perilaku positif Anda. Asah terus menerus keterampilan Anda. Jangan fokus pada berbagai kondisi negatif yang Anda tidak suka, tetapi tetap fokus pada jangka panjang Anda, yaitu kesuksesan. Selamat mencoba .


Source :http://deardesy.blogspot.com/

5 Hal Penting Yang Jarang Diketahui Orang

1) Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112 dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda dan yang menarik, nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dilock. Cobalah...

2) Kunci mobil anda ketinggalan di dalam mobil? Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30 cm dari mobil dan minta orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)

3) Baterai cadangan tersembunyi. Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon penting dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4) Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda (Jakarta area only). Ketik :contoh metro B1234CD (merah no polisi anda). Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data-data kendaraan anda. Tips ini juga berguna untuk mengetahui data-data mobil bekas yang hendak anda beli/incar.

5) Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari ATM, maka anda bisa minta pertolongan diam-diam dengan memberikan nomor PIN secara terbalik. Misal no asli pin anda 1254 input 4521 di ATM, maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh ATM tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.

*Dari berbagai sumber

Wednesday, August 10, 2011

Gaji Minimal Untuk Menikah di Banjarmasin

Seorang temen pernah bertanya: “Eh Wal, kalo unda nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp***** bisa ga ya? Cukup ga ya? Hmmm…..

Maka dari pertanyaan itu dibuat survey asal, dan berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit. Sekedar berbagi aja, buat temen2 yang mungkin juga mengalami "Matery after merit phobia syndhrome"..

Standart hitungan yang di gunakan menggunakan standart hidup di Kota Banjarmasin yang biaya hidup masih belum tergolong mahal bila di bandingkan dengan wilayah kalimantan yang lain.

Daftar anggaran bulanan:
-------------------------------
(asumsi : disusun berdasarkan skala proritas, disusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah untuk di Banjarmasin).

1. Makan
Dengan asumsi sekali makan adalah Rp. 10.000. Maka makan 3x sehari, kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran aja), kali 30 hari adalah : Rp. 1.800.000.

*Tips :
Rajin2 ke kondangan, walimahan, atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya, pasti lebih ngirit.

2. Kontrakan
Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak. Maka dana untuk kontrakan sekitar Rp. 500.000/bulan.

*Tips :
Tinggallah di Pondok Mertua Indah. Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada. Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk "makan ati" (^__^)

3. Listrik dan Air
Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah Rp. 100.000/bulan.

*Tips :
Jangan pake AC, cukup AC (Angin Cendela). Jangan suka main Plestesyen (PS), cukup main monopoli,sudamanda atau gaple, domino ama istri terasa lebih romantis.

4. Transportasi
Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Gunakanlah Bensin campur! (Maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit). Atau ikutlah “Nebeng Fans Club”, dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan.

5. Komunikasi
Dengan asumsi pake CDMA yang 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Pakelah "FREN" yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang “Freeen…minjam HP nya dong freen…”)

6. Keperluan Sehari Hari
Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb. Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar Rp.50.000.

*Tips :
Mandi kalo perlu saja. Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali. Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan
Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing, (ini penting buat pengantin baru wekekekek!),karet pengaman (ini buat yang gak mau punya anak duluan) maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar Rp. 50.000.

*Tips :
Jaga kesehatan. Jangan begadang…kalo tiada artinya…begadang bole saja…asalkan sambil
ronda (halah!!)

8. Entertaiment
Nha ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat (nonton hemat, bioskop di Duta Mall), liat live music Nashville , lari pagi di Sabilal/ Pantai Jodoh, atau makan nasi kuning sekali2.

Kesimpulan
Jadi, dapat kita simpulkan…
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar :

Rp. 2.700.000/ bulan..

(busyeeett dah…masih gede juga ya)

Sedangkan UMP untuk Wilayah di Banjarmasin sendiri untuk tahun 2011 klo penulis sendiri gak salah denger sich :D sekitar Rp 1.126.000,-

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada. Kalopun masih ‘besar pasak daripada tiang’ Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang…ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda memutuskan untuk menikah
(Serius Mode : On)....

Yaitu, Berkah Menikah..

Selalu, Allah akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa. Selalu bersukur dan percaya bahwa Allah-lah raja dari segala raja akunting! Ok ??

http://situslakalaka.blogspot.com/2011/07/berapa-gaji-minimal-untuk-menikah.html

Saturday, August 6, 2011

Hadiah buat sang Ayah

Sore itu hujan rintik-rintik dan hari mulai gelap, adzan maghrib baru saja terlewati sekitar 25 menit yang lalu, aku masih terkungkung dibelakang kemudi mobil, menanti macetnya jalan yang luar biasa. Sebagai seorang karyawan, memang aku terbiasa melewati jalan macet seperti ini menuju pulang kerumah.

Rutinitas sebagai kepala rumahtangga mengharuskan aku menjalani hidup pergi pagi dan pulang petang bahkan sampai malam jika pekerjaan menumpuk sangat banyak. Selepas isya aku baru tiba dirumah, langsung mandi dan menikmati santap malam yang dihidangkan istriku.

Tiba-tiba sikecil yang berusia 7 thn menghampiriku dan memberi sebuah hadiah berupa jam weker miliknya, katanya ia ingin memberikan hadiah agar ayah disayang oleh Allah.

Aku terkejut dengan ucapannya, “maksud kamu apa sayang?, ayah tidak mengerti."

“Ayah, aku ingin ayah disayang Allah”, jawabnya lagi. “iya nak” kita semua ingin disayang Allah, bukan cuma ayah, tapi juga kamu, ibu dan kakak.

“Tapi aku, ibu dan kakak sudah di sayang Allah, ayah belum”
”Dess”

Sesuatu yg tajam seperti menusuk jantungku dan jantungku berdetak keras ketika si kecil berbicara seperti itu. Aku berusaha menerka-nerka kemana arah pembicaraannya, dan apa kesalahanku sehingga anakku bisa berbicara seperti itu. Adakah selama ini kejahatan yang aku lakukan, aku tidak korupsi, juga tidak mencuri. Aku selalu berbuat baik kepada ayah dan ibuku, bersilaturahmi ke rumah saudara dan berbuat baik kepada tetangga. Sungguh aku sangat bingung oleh pernyataan sibungsu tadi.

“Begini ayah, berapa usia ayah sekarang”, aku menjawab, 36 - 37” jawabku
“yah hampir 40 deh” Pungkasku.

“Selama usia itu ayah telah melakukan yang terbaik untuk keluarga kita, memberi kami nafkah, makanan, pakaian, rumah, kendaraan, sekolah, rekreasi dan lain-lain”.
“Ya, betul itu dan itu memang tugas ayah” potongku.

“tapi ayah tidak memberikan yang terbaik buat ayah, ayah melupakan diri ayah sendiri”, aku bingung lantas menjawab. “Tentu tidak nak, ayah juga memberi makanan, pakaian, kendaraan buat ayah sendiri” bela ku tak mau kalah.

“Ayah”, anakku mendekatiku seraya berbisik. “Coba ayah hitung, berapa kali ayah meninggalkan sholat maghrib karena kesibukan ayah, berapa kali sholat subuh kesiangan karena ayah kelelahan, berapa kali ayah meninggalkan membaca alquran, belum lagi berapa lama ayah tidak sholat berjamaah dimesjid dan lain-lain ayah...” aku terdiam membisu tak mampu berkata apa-apa.

Melihat aku terdiam, anakku meneruskan kalimatnya.
“Ayah, tadi siang di sekolah, ustadzah bercerita tentang orang-orang yang disayang Allah, orang-orang yang akan selamat selama hidupnya, mereka adalah orang yang ketika mencapai usia empatpuluh tahun tetap dalam keadaan beriman dan beramal sholeh.” Usia empat puluh itu merupakan pangkalnya seseorang apakah akan selamat atau tidak” Jika di usia empat puluh masih berbuat bermaksiat, kecil kemungkinan akan kembali kejalan yang benar ayah.”,

“Ketika ustadzah bercerita, aku teringat ayah dan aku menangis sedih. Ayah selalu sibuk dengan pekerjaan ayah, ayah hampir tak pernah mengajak kami sholat berjamaah, tak pernah mengajari kami mengaji, tak pernah membangunkan kami sholat subuh, ayah begitu asyik dengan dunia ayah, ayah begitu sibuk dengan pekerjaan ayah, dan ayah membiarkan itu terjadi kepada kami. Untung ada ibu yang mengingatkan kami, mengingatkan aku dan kakak untuk sholat dan mengaji.

Tapi aku ingin seperti anak-anak lain ayah, yang begitu riang berangkat ke mesjid bersama ayahnya, mengaji bersama dan berjamaah bersama-sama ayah. Ketika aku mendengar cerita ustadzah, yang ku lihat adalah wajah ayah, wajah ayah yang murung karena tidak disayang Allah, aku tak kuat membayangkan itu semua ayah, karena aku sangat menyayangi ayah, dan aku ingin ayahku juga disayang Allah, bukan cuma aku, kakak atau ibu”. Ayah, ambillah jam weker milikku ini, agar ayah bisa membangunkan aku esok pagi-pagi dan kita bisa sholat berjamaah bersama-sama esok hari.”

Air mataku mengalir deras, membasahi pipiku tiada henti, hatiku berdegup kencang tak karuan. Ternyata selama ini aku hanya memberikan nafkah dunia buat keluargaku, tetapi membiarkan kehidupan akhiratku terbengkalai, aku juga tidak memberikan teladan yang baik buat anak-anakku karena silaunya dunia yang menantangku untuk ditaklukan. “Ya robbi, ampuni aku, ampuni diri ini yang telah tertipu oleh silaunya materi”. “Nak, maafkan ayahmu, ayah telah mengabaikan kamu dan kakakmu selama ini. Tuhan terimakasih kau kirim hidayah melalui anak terkecilku”.

Seraya menghapus airmata aku berkata kepada anakku, “Nak, jangan tunggu besok, sekarang saja kita sholat berjamaah, mari kita berwudhu, mumpung waktu isya baru saja masuk”, ajak kakak dan ibumu bergabung bersama kita.” Anak ku pun tersenyum, terima kasih ayah, aku sangat sayang sama ayah”

Kami pun segera melaksanakan sholat berjamaah, aku saat itu merasa gerogi sekali, aku malu terhadap diriku, apalagi terhadap anak dan istriku, tapi aku tak peduli, aku lebih malu kepada Allah yg telah kulupakan selama ini.

Dalam suara parau, dalam khusuknya doa, aku menangis tersedu-sedu, dan baru kali ini aku merasakan sholat begitu khusuknya, begitu syahdunya.

Dalam sayup-sayup terdengar suara lirih anak ku berdoa “robbighfirli waali-waalidayya warhamhuma kama robbayani shogiiro” dan aku pun membalas “amin ya robb, kabulkan doa anak ku..”


http://situslakalaka.blogspot.com/2011/04/jam-weker-buat-ayah.html

Thursday, August 4, 2011

Belajar Dari Ibu Penjual Tempe

Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.


Suatu pagi, setelah shalat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atasmeja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.


Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.


Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.


Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.


Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."


Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.


Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.


Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.


Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.


Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.


Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan.


Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya kian memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...


Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"


Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan kedua tangannya. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."


"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat?


Pembaca, Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"


"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Shalauddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"


----------------------------------Selesai--------------------------------


Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa, merasa hidup ini tidak adil. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling baik untuk hamba-Nya. Sungguh, semua rencana Allah adalah SEMPURNA.

Akhirnya ku sadari Doa ku untuk bisa pindah tugas di jawa belum terwujud karena Allah pasti mempunyai rencana yang lain dengan menempatkanku tugas di DSO Banjarmasin Kalimantan Selatan saat ini. Sungguh, semua rencana Allah adalah SEMPURNA.


http://situslakalaka.blogspot.com/2011/03/belajar-dari-ibu-penjual-tempe.html

Sunday, April 19, 2009

KEDIRI MODEL HUNT 09


Selagi muda asahlah potensimu. Kata-kata tersebut merupakan kata bijak yang patut direnungi setiap anak muda. Potensi merupakan tambang emas bagi masa depan seseorang. Untuk itu potensi perlu di asah secara periodic dan berkelanjutan.

Salah satu talenta yang bagus untuk dikembangkan adalah dunia modeling. Dunia ini tidak hanya sekedar glamour semata melainkan juga merupakan dunia yang serius dan bagus untuk sebuah masa depan.

Persyaratan Lomba
Lomba FOTO
1.Usia bebas
2.Bisa di ikuti oleh putra dan putri
3.Foto bisa sendiri bisa berpasangan
4.Tema foto ceria, santai
5.Busana menggunakan koleksi bandung sport (bebas)
6.Background foto sepeda motor Honda
7.Biaya pendaftaran Rp. 40.000
8.Bisa mendaftarkan lebih dari 1 foto
9.Pengumuman waktu lomba fashion

Lomba FASHION
1.Kategori B usia 11-16 tahun
2.Kategori C usia 17-24 tahun
3.Bisa dikuti oleh putra dan putri
4.Busana Casual atasan koleksi bandung sport bebas
5.Bawahan blue jeans (celana, hotpen, rok mini)
6.Sepatu untuk putra kets/pantovel, putri higheel
7.Biaya pendaftaran Rp. 65.000
8.Menyerahkan Foto close up ukuran 3 R
9.Menyerahkan fotocopy kartu pelajar atau KTP
10.Penilaian teknik modeling, performance panggung
11.Techical meeting H-3 di EF Kediri

Pendaftaran lomba di bandung sport kediri dan pare serta dealer Honda PSM

Peserta akan mendapatkan trophy, sertifikat, uang tunai dan hadiah produk sponsor.



KONTAK PERSON
Tim MPE Bandung Sport
Sidik 0341-6390300, Doni 085649161311

Friday, November 14, 2008

pare kota kecil yang dinamis


PARE, kota kecil yg Dinamis…

Pare, adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Terletak 20 km sebelah timur Kota Kediri, atau 120 km barat daya Kota Surabaya. Pare berada pada jalur Kediri-Malang dan jalur Jombang-Kediri. Saat ini Pare dikembangkan menjadi ibu kota Kabupaten Kediri, yang secara berangsur-angsur dipindahkan dari Kota Kediri. Pare terkenal di sektor agraris dan peternakannya.Tanahnya subur bekas letusan gunung Kelud.Andalan agraris dari Pare adalah mente dan blinjo.pare salah satu sentra peternakan ayam petelur terbesar di Indonesia.

Kecamatan Pare menjadi terkenal di seluruh dunia karena di sinilah antropolog kaliber dunia, Clifford Geertz - yang saat itu masih menjadi mahasiswa doktoral - melakukan penelitian lapangannya yang kemudian ditulisnya sebagai sebuah buku yang berjudul The Religion of Java. Dalam buku tersebut Geertz menyamarkan Pare dengan nama “Mojokuto”. (dikutip dari wikipedia) Dalam hal budaya, terutama bahasa, warga Pare banyak mendapat pengaruh dari bahasa Malangan, Jombangan/Suroboyoan, dan asli Mataraman/Jawa alus. Anak muda Pare sebagian menyebut dirinya “arek”, sebagaimana sebutan di daerah Malang atau Surabaya, tapi tak sedikit pula yg menyebut dirinya “Cah” atau “Bocah” sebagaimana sebutan di daerah Jawa kulon seperti Madiun, Nganjuk dsb..

Kebanyakan warga Pare telah banyak berasimilasi dg warga pendatang dari luar Pare. Warga pendatang tsb biasanya datang sebagai pegawai, pelajar, dan pekerja. Ini tidak aneh karena walaupun statusnya sebagai kota kecamatan, Pare memiliki banyak instansi pemerintahan, sekolahan, pusat kursus dan lembaga pendidikan formal/nonformal yang tersebar.

Di bidang pendidikan, Pare memiliki puluhan SD Negeri, 4 buah Sekolah Menengah Pertama Negeri, 2 buah Sekolah Menengah Atas Negeri, serta banyak sekolah umum maupun kejuruan swasta lainnya. Yang membuat Pare jadi terkenal ke seluruh negeri adalah keberadaan lembaga-lembaga kursus, terutama kursus bahasa Inggris, yang terpusat di Desa Pelem dan Tulungrejo. BEC, Mahesa Institut, IECC, Harvard, adalah beberapa contoh lembaga kursus bahasa Inggris yang ada di Pare. Keberadaan lembaga2 ini sedikit banyak juga mengangkat perekonomian masyarakat di sekitarnya. Tak heran jika banyak warga dari luar Pare yg menuntut ilmu di Pare. Selain pertimbangan Fasilitas pendidikan yang cukup lengkap, biaya hidup di pare sendiri sangat terjangkau. Bahkan jauh lebih murah di bandingkan kota-kota lain di jawa timur. Hal tersebut menjadikan Kota Pare menjadi pilihan yang tepat untuk tempat belajar.

Di Pare juga terdapat AKPER, AKBID dan AKOP (dulu, sekarang mungkin sudah kolaps). Dua nama akademi yg pertama disebut tadi bisa jadi terkait erat dg banyaknya keberadaan instansi-instansi kesehatan di kota ini, seperti : RSUD Pare, RS HVA Toeloengredjo, RS Amelia, RS Bersalin Kasih Bunda, RS Bersalin Nuraini dan masih banyak lagi.

Di sektor ekonomi, Pare memiliki 2 buah pasar sebagai pusat ekonomi rakyat, yakni Pasar Lama Pare dan Pasar Baru Pare. Pusat keramaian, dalam hal ini toko-toko, sekarang ini banyak terpusat di sepanjang jalan di depan bekas stasiun Pare jaman dulu, menggeser keberadaan Jalan Raya sebagai pusat keramaian. Di Pare kita tidak akan kesulitan menemukan ATM dari beberapa Bank nasional, karena di kota ini ada Bank BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Jatim, Bank Danamon, Bank Artha Pamenang dsb.

Selain itu pare tidak pernah ketinggalan FASHION LIFE STYLE bisa kita liat dari banyaknya DISTRO yang berkembang di PARE salah satunya adalah BANDUNG SPORT PARE salah satu cabang distro terkenal yang berpusat di kota MALANG. Bahkan beberapa tahun belakangan ini mulai berkembang Agency / Modelling School yang ada di wilayah pare.

Di sektor olahraga, Pare dikenal sebagai homebase atau markas dari tim sepakbola Persedikab (Persatuan Sepakbola Kediri Kabupaten) yang pernah 2 kali berlaga di tingkat Divisi Utama. Tim ini biasa menjamu lawan-lawannya di Stadion Canda Bhirawa yang terletak tak jauh dari Masjid Agung An Nur. Namun seiring dengan makin meredupnya prestasi Persedikab, bocah-bocah Pare kini lebih mendukung klub Persik Kediri yang lebih bagus prestasinya.Beberapa bangunan / ikon yg menjadi ciri khas kota Pare antara lain : Tugu Garuda, Monumen Mastrip, Ringinbudo, Alun-alun Thamrin, Sanggar Budaya dan Masjid Agung An Nur. Itulah sekelumit gambaran tentang Pare, kota kecil yg tumbuh dinamis seiring dengan perkembangan zaman…